Bahan: 10-15 lembar daun
sirsak 2 gelas air Cara membuat:
Daun sirsak direbus dalam
dua gelas air sampai
tersisa satu gelas. * Air
rebusan disaring dan diminum dua kali sehari.
Hipertensi Resep 1 Bahan:
Daun sirsak Rambut jagung manis (muda) Cara membuat: * Semua bahan direbus
hingga matang * Air rebusan diminum 2-3 kali sehari
Resep 2 Bahan: 10 lembar
daun sirsak Sedikit madu Daun salam Rambut jagung manis muda Air Cara membuat:
Rebus daun sirsak dengan
4 gelas air. Tambahkan sedikit madu untuk rasa, rebus hingga 2-3 gelas air
tersisa. Bisa juga ditambahkan daun salam dan rambut jagung manis (muda). Minum
2-3 kali sehari.
Kolesterol Bahan: 3-5
lembar daun sirsak 2 gelas air Cara membuat: * Ambil daun sirsak dan kemudian
direbus dengan
air. Angkat dan saring ke
dalam gelas setelah hangat. Diminum secara teratur selama sebulan.
Penyakit Jantung Bahan:
10 lembar daun sirsak yang berukuran sedang 3 gelas air
Cara membuat:
Daun sirsak dicuci bersih
lalu rebus hingga tersisa satu gelas
Ambil airnya dan diminum
ketika sudah dingin. Catatan: Minumlah air rebusan daun sirsak setiap pagi dan
sore. Lakukan selama dua minggu secara berturut-turut. Ulangi kembali bila
masih ada keluhan. Jangan khawatir karena air rebusan daun sirsak tidak pahit.
Tidak perlu tutup hidung ketika meminumnya.
Lowell Fuglie adalah
seorang warga negara Prancis vang tinggal dan bekerja di Senegal. Ia menjadi
orang vang pertama kali meneliti kandungan nutrisi pada daun kelor. Pada akhir
1990-an ia mulai meneliti daun kelor dan menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil
yang mengalami gizi buruk sekalipun masih bisa dibantu untuk memiliki bayi yang
sehat dengan cara mengonsumsi daun kelor.
Hasil penelitian Lowell
kemudian banyak dimanfaatkan oleh berbagai negara untuk memerangi gizi buruk,
terutama negara-negara berkembang di Semenanjung Afrika. Program penggalakan
penanaman daun kelor di Afrika merupakan kampanye intensif melalui
lembaga-lembaga pendidikan dan swadaya masyarakat. Bahkan waktu itu Sekretaris
Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Kofi Annan mendukung sosialisasi
penggunaan daun kelor untuk memerangi gizi buruk.
A. Deskripsi Tanaman
Tanaman kelor (Moringa
oleifera L.) dapat berupa semak atau pohon dengan tinggi 12 m dan diameter 30
cm. Kayunya merupakan jenis kayu lunak dan memiliki kualitas rendah. Adapun
klasifikasi kelor adalah:
Kerajaan : Plantae
Sub-Kerajaan : Tracheobionta Super-Divisi : Spermatophyta Divisi
:Magnoliophyta Kelas
: Magnoliopsida
Sub-Kelas : Dilleniidae
: Capparales Famili
: Moringaceae Genus
: Moringa Spesies
: Moringa oleifera Lam
Ordo
Di Indonesia, tanaman
kelor dikenal dengan berbagai nama. Masyarakat Sulawesi menyebutnya kero, wori,
kela atau keloro. Orang-orang Madura menyebutnya maronogih Di Sunda dan Melayu
disebut kelor. Di Aceh disebut murone Di Ternate dikenal sebagai kelo. Di
Sumbawa disebut kawono Sedangkan orang-orang Minang mengenalnya dengan nama
munggai. Berikut ini gambaran mengenai tanaman tersebut.
1. Batang
Kelor termasuk jenis
tanaman perdu yang dapat memiliki ketingginan batang 7-12 m. Ia merupakan
tanaman yang berbatang dan termasuk jenis batang berkayu sehingga batangnya
keras dan kuat. Bentuknya sendiri adalah bulat (teres) dan permukaannya kasar.
Arah tumbuhnya lurus ke atas atau biasa yang disebut dengan tegak lurus
(erectus).
Percabangan pada batang
tanaman kelor merupakan cara percabangan simpodial dimana batang pokok sukar
ditentukan karena dalam perkembangan selanjutnya mungkin ia menghentikan
pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibanding
cabangnya. Arah percabangannya tegak (fastigiatus) karena sudut antara batang
dan cabang amat kecil sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja
sedikit lebih serong ke atas, tetapi selanjutnya hampir sejajar dengan batang
pokoknya.
lobak, la memiliki bau
tajam yang khas.
2. Akar
Akar tunggang tanaman
kelor berwarna put membesar seperti lobak. Ia memiliki bau ta
Perakaran kelor memang
dalam, membentuk akar tunggang yang lebar dan serabut yang tanaman kelor yang
diperbanyak dengan stek tida
gan stek tidak membentuk
akar tunggang.
dan serabut yang
tebal. Sedangkan
