-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

POHON SIRSAK PENYEBUH DIABETES

Tuesday, June 18, 2019 | June 18, 2019 WIB Last Updated 2019-09-08T02:27:06Z

Bahan: 10-15 lembar daun sirsak 2 gelas air Cara membuat:
Daun sirsak direbus dalam dua gelas air sampai
tersisa satu gelas. * Air rebusan disaring dan diminum dua kali sehari.
Hipertensi Resep 1 Bahan: Daun sirsak Rambut jagung manis (muda) Cara membuat: * Semua bahan direbus hingga matang * Air rebusan diminum 2-3 kali sehari
Resep 2 Bahan: 10 lembar daun sirsak Sedikit madu Daun salam Rambut jagung manis muda Air Cara membuat:
Rebus daun sirsak dengan 4 gelas air. Tambahkan sedikit madu untuk rasa, rebus hingga 2-3 gelas air tersisa. Bisa juga ditambahkan daun salam dan rambut jagung manis (muda). Minum 2-3 kali sehari.
Kolesterol Bahan: 3-5 lembar daun sirsak 2 gelas air Cara membuat: * Ambil daun sirsak dan kemudian direbus dengan
air. Angkat dan saring ke dalam gelas setelah hangat. Diminum secara teratur selama sebulan.
Penyakit Jantung Bahan: 10 lembar daun sirsak yang berukuran sedang 3 gelas air
Cara membuat:
Daun sirsak dicuci bersih lalu rebus hingga tersisa satu gelas
Ambil airnya dan diminum ketika sudah dingin. Catatan: Minumlah air rebusan daun sirsak setiap pagi dan sore. Lakukan selama dua minggu secara berturut-turut. Ulangi kembali bila masih ada keluhan. Jangan khawatir karena air rebusan daun sirsak tidak pahit. Tidak perlu tutup hidung ketika meminumnya.
Lowell Fuglie adalah seorang warga negara Prancis vang tinggal dan bekerja di Senegal. Ia menjadi orang vang pertama kali meneliti kandungan nutrisi pada daun kelor. Pada akhir 1990-an ia mulai meneliti daun kelor dan menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil yang mengalami gizi buruk sekalipun masih bisa dibantu untuk memiliki bayi yang sehat dengan cara mengonsumsi daun kelor.
Hasil penelitian Lowell kemudian banyak dimanfaatkan oleh berbagai negara untuk memerangi gizi buruk, terutama negara-negara berkembang di Semenanjung Afrika. Program penggalakan penanaman daun kelor di Afrika merupakan kampanye intensif melalui lembaga-lembaga pendidikan dan swadaya masyarakat. Bahkan waktu itu Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Kofi Annan mendukung sosialisasi penggunaan daun kelor untuk memerangi gizi buruk.
A. Deskripsi Tanaman
Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) dapat berupa semak atau pohon dengan tinggi 12 m dan diameter 30 cm. Kayunya merupakan jenis kayu lunak dan memiliki kualitas rendah. Adapun klasifikasi kelor adalah:
Kerajaan : Plantae Sub-Kerajaan : Tracheobionta Super-Divisi : Spermatophyta Divisi
:Magnoliophyta Kelas
: Magnoliopsida Sub-Kelas : Dilleniidae
: Capparales Famili
: Moringaceae Genus
: Moringa Spesies
: Moringa oleifera Lam
Ordo
Di Indonesia, tanaman kelor dikenal dengan berbagai nama. Masyarakat Sulawesi menyebutnya kero, wori, kela atau keloro. Orang-orang Madura menyebutnya maronogih Di Sunda dan Melayu disebut kelor. Di Aceh disebut murone Di Ternate dikenal sebagai kelo. Di Sumbawa disebut kawono Sedangkan orang-orang Minang mengenalnya dengan nama munggai. Berikut ini gambaran mengenai tanaman tersebut.
1. Batang
Kelor termasuk jenis tanaman perdu yang dapat memiliki ketingginan batang 7-12 m. Ia merupakan tanaman yang berbatang dan termasuk jenis batang berkayu sehingga batangnya keras dan kuat. Bentuknya sendiri adalah bulat (teres) dan permukaannya kasar. Arah tumbuhnya lurus ke atas atau biasa yang disebut dengan tegak lurus (erectus).
Percabangan pada batang tanaman kelor merupakan cara percabangan simpodial dimana batang pokok sukar ditentukan karena dalam perkembangan selanjutnya mungkin ia menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibanding cabangnya. Arah percabangannya tegak (fastigiatus) karena sudut antara batang dan cabang amat kecil sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja sedikit lebih serong ke atas, tetapi selanjutnya hampir sejajar dengan batang pokoknya.
lobak, la memiliki bau tajam yang khas.
2. Akar
Akar tunggang tanaman kelor berwarna put membesar seperti lobak. Ia memiliki bau ta
Perakaran kelor memang dalam, membentuk akar tunggang yang lebar dan serabut yang tanaman kelor yang diperbanyak dengan stek tida
gan stek tidak membentuk akar tunggang.
dan serabut yang tebal. Sedangkan

×
Berita Terbaru Update