Resep obat tradisional adalah sistem
pengobatan tradisional yang mayoritas menggunakan ramuan dari tumbuh- tumbuhan.
Dengan demikian ramuan ini ada di masyarkat terutama yang tinggal di pedesaan.
Diantara tumbuhan obat banyak yang hampir punah, sehingga kalau sewaktu- waktu
dibutuhkan sulit diperoleh. Padahal tanaman obat yang sekarang popular dengan
istilah apotik hidup, bisa ditanam di pekarang yang sekaligus berfungsi
menghijaukan lingkungan.
Resep obat tradisional yang berhasil
dihimpun dalam artikel ini yaitu dari berbagai sumber buku, media masa, dan
informasi yang banyak bertebaran di masyarakat. Dari sekian banyak resep yang
berhasil dikumpulkan, penulis menyusunnya berdasarkan sumber yang terpercaya,
sehingga memudahkan pembaca untuk mengakses dari halaman ini. Dari sekian
banyak resep, penulis menyeleksi resep- resep yang mudah diperoleh dan mudah di
ramu.
Artikel ini belumlah dikatakan
sempurna menghimpun resep- resep yang jumlahnya mencapai ribuan itu. Oleh
karenanya, penulis tetap terbuka menerima krikit dan tanggapan atau menerima
resep- resep baru yang yang belum termuat pada artikel ini. Dengan demikain,
akan tercipta artikel yang lengkap dan dapat kita manfaatkan.
1.
AMBEIN/
WASIR
Penyakit ambein atau wasir disebabkan oleh adanya pembekakan
pembuluh darah pada bagian bawah prosos usus, baik di sebelah dalam maupun
sebelah luar lubang dubur. Nampaknya seperti bisul, warnanya merah kebiru-
biruan. Pembekaan ini menghalangi mengalirnya darah keperut.
Gejala atau tanda- tanda penting
·
Terasa
ada tekanan panas dan gatal- gatal pada bagian poros usus.
·
Terdapat
tonjolan (banjol- benjol) atau bintil- bintil di sekeliling liang dubur.
·
Berhajat
(buang air besar) sukit dan terasa sakit
·
Kadang-
kadang mengeluarkan darah atau meleleh dari liang dubur
Pengobatan:
a.
Lempuyang
wangi ¾ jari, dicuci bersih lalu diparut. Berikan air bersih 2 sendok makan dan
garam sedikit. Ramuan diperas dan disaring lalu diminum ( 2 x sehari 1 sendok
makan)
b.
Rimpang
temu lawak 1 jari, kelemabk ¾ jari, daun kaki kuda ¼ genggam daun patikan cina
1/5 genggam, gula enau 3 jari, dicuci dan dipotong- potong sperlunya. Ramuan
direbus dengan air bersih 5 gelas minum dan direbus terus sampai airnya tinggal
separuh. Sesudah dingin disaring lalu diminum ( 3x sehari ¾ gelas minum).
c.
Daun
petikan cina 20 gr, akr simaruba ( beli diapotik) 20 gr, daun sembung 15 gr,
kelembak 10 gr. Ramuan ini direbus dengan air 2 gelas. Rebus hingga airnya
tinggal separuh.minumlah ramuan ini 3x sehari.
d.
Daun
lidah buaya ½ batang, buang durinya dan cuco bersih lalu diparut. Beri air
masak ½ cangkir dan madu 2 sendok makan, diperas dan disaring lalu diminum 3
kali sehari
Si penderita jangan makan yang pedas- pedas, minuman keras, yang
mengandung banyak lemak karena lemak dapat mengendorkan bagian- bagian dalam
kulit pada usus. Berilah buah- buahan, sayur- sayuran segar. Kurangi bekerja
berat tapi lakukan olahraga ringan secara teratur.
2.
ASMA
Asma adalah penyakit sesak nafas dengan pernafasan berbunyi menciut diiringi batuk. Asma
disebabkan suatu penyakit allergic (sangat peka terhadap sesuatu yang masuk
dalam tubuh)
Gejalanya.
·
Pernafasan
tersa sesak dan sulit
·
Rusng
dada agak menggembung
·
Ludah
hanya sedikit dan sangat pekat
·
Badan
terasa lemah dan kadang- kadang muka menjadi kebiru- birun.
Pengobatan:
a.
Ambil
kencur secukupnya, parut dan peras. Air hasil perasan ini dicampur dengan madu
2 sendok makan dan 1 butir telur ayam, kocok dan biarkan sebentar baru diminum.
Untuk obat luarnya, daun sirih kira- kira 7 lembar dicampur lada putih 1 sedok
teh. Ditumbuk lalu dicampur dengan minyak layu putih secukupnya, pergunakanlah
untuk menggosok dada dan leher.
b.
Daun
randu/kapok yang masih muda 6 helai, dicuci bersih lalu digiling halus.
Kemudian diseduh dengan air panas ½ cangkir dan dicapur madu 1 sendok makan.
Sesudah suam- suam kuku, lalu disaring dan diminum 2 kali sehari 2 sendok
makan.
c.
Bawang
putih 10 butir, dicuci dan di potong- potong seperlunys, direbus dengan air 2
gelas sampai airnya tinggal kira- kira 3/4
nya, sesudah dingin disaring lalu diminum dengan madu1 sendok makan ( 3
kali sehari ½ gelas).
d.
Daun
tanjung yang masih muda 1 genggam, dikeringkan lalu dijadikan serbuk dicampur
dengan kikisan kayu cendana 2 sendok makan. Ramuan ini digunkan sebagai ganti
tembakau saat merokok isaplah ramuan ini beberapa kali sehari pada saat
serangan penyakit akan datang.
e.
Daun
sirih 8 lembar, daun akar granat 12 lembar, biji buah putat 20 buah, lada putih
30 butir, dicuci bersih dan ditumbuk halus. Diremas dengan minyak kayu putih 3
cendok teh. Gunakanlah ramuan ini ini untuk melumas dada dan leher (1- 2 x
sehari) sebanyak yang diperlukan.
Keyword : ramuan obat tradisional pengencer darah, ramuan obat tradisional sakit ulu hati, ramuan obat tradisional liver, ramuan obat tradisional hepatitis b, ramuan obat tradisional asam urat
Keyword : ramuan obat tradisional pengencer darah, ramuan obat tradisional sakit ulu hati, ramuan obat tradisional liver, ramuan obat tradisional hepatitis b, ramuan obat tradisional asam urat
