-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RISIKO KEGEMUKAN

Sunday, April 7, 2019 | April 07, 2019 WIB Last Updated 2019-09-08T02:27:06Z

A. Segi Estetika dan Kosmetika
Nilai gemuk menjadi berbeda pada masa dahulu dan kini. Di masa lalu, gemuk dikonotasikan dengan sehat, subur, atau makmur bahkan dapat meningkatkan prostise seseorang. Kini, peraepsi tersebut menjadi berubah bahkan menjadi momok yang ditakuti oleh kebanyakan orang. Akhirnya, hampir semua orang mempunyai obsesi ingin kurus.
Seseorang yang kegemukan akan merasa rendah diri dalam pergaulan sehari-hari. Secara sadar dan tidak sadar dilaingkungan masyarakat akan terjadi suatu diskriminasi teehadap orang yang gemuk, karena orang yang gemuk dianggap menderita ketidak sempurnaan fisik terutama di masyaraket barat. Apalagi trend mode pada akhir- akhir ini sangat mengagumi bentuk tubuh yang kurus dan ceking. Sehingga orang yang gemuk akan mendapat kesulitan membeli pakaian jadi yang dibeli ditoko. Akhirnya terpaksa harus menjahitkan baju sesuai ukurannya.
Kegemukan mengakibtakan penampilan menjadi kurang serasi, kurang luwes dan menimbulkan rasa kurang percaya diri. Karena badan berat menyebabkan aktivitas sehari- hari terganggu, kelincahan gerak terbatas, dan nampak lamban. Orang yang gemuk sering mengalami depresi atau tekanan karena timbulnya berbagai masalah baik pribadi maupun lingkumgan.
Resiko kegemukan dari segi estetika dan kosmetika menyebabkan orang, terutama wanita berlomba- lomba berupaya menguruskan badan, dengan menggunakan berbagai macam cara agar badan kelihatna kurus dan langsing. Kadang- kadang mereka lupa bahwa usaha menurunkan berat badan bukan hanya menyangkut dari segi kecantikan saja, tetapi juga segi kesehatan.
Banyak program atau produk untuk melangsingkan tubuh ditawar dan menjanjikan suatu keberhasilan dengan usaha mudah sehingga banyak orang tertarik untuk mengikuti atau membelinya. Padahal program atau produk yang ditawarkan tersebut belum tentu memberikan manfaat, sebaliknya malah menyebabkan tergagnggunys kesehatan. Cara-cara yang tidak masuk akal sehat (rasional) tersebut salain mengganggu kesehatan badan juga menguras isi kantong Karen biaya yang banyak.
Oleh karena itu dalam mengatasi kegemukan jangan terburu nafsu atau atau menginginkan sesuatu yang tidak masuk akal, misalnya ingin bentuk badan indah bak peragawati dalam waktu singkat. Padahal usaha menurunkan berat badan membutuhkan waktu yang lama, diperlukan program- program yang rasional seperti diet atau pengaturan makanan seimabang dan diimbangi dengan latihan jasmaniyang sesuai serta teratur.
B.Penyakit Akibat Kegemuakan
Dari hasil penelitian terbukti bahwa kegemukan banyak menimbulakan banyak  masalah. Menderita obesitas berarti memeperbesar timbulnya sebuah penyakit. Kenyataan menunjukan orang yang gemuk lebih mudah terserang penyakit dan angka kematian yang tinggi dibandingkan orang yang tidak gemuk. Dibawah ini akan dijelaskan beberapa penyakit yang sering menyertai penderita obesitas.
1.      Penyakit Jantung koroner
Berbagai penelitian menunjukan bahwa penyakit jantung koroner yaitu penyakit yang terjadi akibat penyusutan pembuluh darag koloner, berhubungan erat dengan obesitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa sari 500 penderita obesitas, sekiatar 88% mendapat resika penyakit jantung koroner. Meningkatnya faktor resiko penyakit jantung koroner,sejalan dengan penambahan berat badan seseorang. Pengaruh obesitas pada penyakit jantung koroner tidak selalu berdiri sendiri, tetapi umumnya diperburuk oleh faktor resiko lain hipertensi, diabetes, dan hiperlipidemia.
2.      Hiperkolesterolemia dan Hipertriglis
Pada penderita obesitas dapat terjadi abnormalitas kadar lemak darah yaitu peningkatan kadar kolestrol dan trigliserida didalam tubuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 500 kasus obesitas ternyata 21% menderita hepertrigliseridemia dan 31% menderita hiperkolesterolemia.
3.      Diabetes Militu (Tipe Serangan Dewasa)
Insulin adalah hormone untuk menjaga keseimbangan glukosa dalam darah. Glukosa tersebut digunakan memenuhi energy bagi sel. Pada diabetes tingkat awal, tubuh berhenti berhenti memproduksi insulin, sedangkan pada diabetes tipe serangan dewasa (diabetes tipe 2), insulin diproduksi tetapi jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan tubuh atau reaksi insulin terhalang.
4.      Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Orang yang kelebihan barat badan atau bahkan kegemukan mempunyai resiko yang tinggi terhadap penyakit tekanan darah tinggi. Penderita kegemuakn dengan tipe apel mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit tersebut dibandingkan orang kurus. Untuk mengontrol tekanan darah tinggi, cara yang paling efektif adalah mengurangi kelebihan minyak tubuh, di samping penggunaan obat-obatan dan mengurangi asupan garam.
  

      keyword : resiko obesitas pada ibu hamil, risiko obesitas pada wanita, risiko obesitas pada kehamilan, resiko obesitas adalah, risiko obesitas pada pria, risiko obesitas pada, obesitas resiko penyakit

×
Berita Terbaru Update