A. Segi
Estetika dan Kosmetika
Nilai gemuk menjadi berbeda pada masa dahulu dan kini. Di masa
lalu, gemuk dikonotasikan dengan sehat, subur, atau makmur bahkan dapat
meningkatkan prostise seseorang. Kini, peraepsi tersebut menjadi berubah bahkan
menjadi momok yang ditakuti oleh kebanyakan orang. Akhirnya, hampir semua orang
mempunyai obsesi ingin kurus.
Seseorang yang kegemukan akan merasa rendah diri dalam pergaulan
sehari-hari. Secara sadar dan tidak sadar dilaingkungan masyarakat akan terjadi
suatu diskriminasi teehadap orang yang gemuk, karena orang yang gemuk dianggap
menderita ketidak sempurnaan fisik terutama di masyaraket barat. Apalagi trend mode
pada akhir- akhir ini sangat mengagumi bentuk tubuh yang kurus dan ceking.
Sehingga orang yang gemuk akan mendapat kesulitan membeli pakaian jadi yang
dibeli ditoko. Akhirnya terpaksa harus menjahitkan baju sesuai ukurannya.
Kegemukan mengakibtakan penampilan menjadi kurang serasi, kurang
luwes dan menimbulkan rasa kurang percaya diri. Karena badan berat menyebabkan
aktivitas sehari- hari terganggu, kelincahan gerak terbatas, dan nampak lamban.
Orang yang gemuk sering mengalami depresi atau tekanan karena timbulnya
berbagai masalah baik pribadi maupun lingkumgan.
Resiko kegemukan dari segi estetika dan kosmetika menyebabkan
orang, terutama wanita berlomba- lomba berupaya menguruskan badan, dengan
menggunakan berbagai macam cara agar badan kelihatna kurus dan langsing.
Kadang- kadang mereka lupa bahwa usaha menurunkan berat badan bukan hanya menyangkut
dari segi kecantikan saja, tetapi juga segi kesehatan.
Banyak program atau produk untuk melangsingkan tubuh ditawar dan
menjanjikan suatu keberhasilan dengan usaha mudah sehingga banyak orang
tertarik untuk mengikuti atau membelinya. Padahal program atau produk yang
ditawarkan tersebut belum tentu memberikan manfaat, sebaliknya malah menyebabkan
tergagnggunys kesehatan. Cara-cara yang tidak masuk akal sehat (rasional)
tersebut salain mengganggu kesehatan badan juga menguras isi kantong Karen
biaya yang banyak.
Oleh karena itu dalam mengatasi kegemukan jangan terburu nafsu atau
atau menginginkan sesuatu yang tidak masuk akal, misalnya ingin bentuk badan
indah bak peragawati dalam waktu singkat. Padahal usaha menurunkan berat badan
membutuhkan waktu yang lama, diperlukan program- program yang rasional seperti
diet atau pengaturan makanan seimabang dan diimbangi dengan latihan jasmaniyang
sesuai serta teratur.
B.Penyakit
Akibat Kegemuakan
Dari hasil penelitian terbukti bahwa kegemukan banyak menimbulakan banyak masalah. Menderita obesitas berarti
memeperbesar timbulnya sebuah penyakit. Kenyataan menunjukan orang yang gemuk
lebih mudah terserang penyakit dan angka kematian yang tinggi dibandingkan orang
yang tidak gemuk. Dibawah ini akan dijelaskan beberapa penyakit yang sering
menyertai penderita obesitas.
1.
Penyakit
Jantung koroner
Berbagai
penelitian menunjukan bahwa penyakit jantung koroner yaitu penyakit yang
terjadi akibat penyusutan pembuluh darag koloner, berhubungan erat dengan
obesitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa sari 500 penderita obesitas,
sekiatar 88% mendapat resika penyakit jantung koroner. Meningkatnya faktor
resiko penyakit jantung koroner,sejalan dengan penambahan berat badan seseorang.
Pengaruh obesitas pada penyakit jantung koroner tidak selalu berdiri sendiri,
tetapi umumnya diperburuk oleh faktor resiko lain hipertensi, diabetes, dan
hiperlipidemia.
2.
Hiperkolesterolemia
dan Hipertriglis
Pada penderita
obesitas dapat terjadi abnormalitas kadar lemak darah yaitu peningkatan kadar
kolestrol dan trigliserida didalam tubuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa
dari 500 kasus obesitas ternyata 21% menderita hepertrigliseridemia dan 31%
menderita hiperkolesterolemia.
3.
Diabetes
Militu (Tipe Serangan Dewasa)
Insulin adalah
hormone untuk menjaga keseimbangan glukosa dalam darah. Glukosa tersebut
digunakan memenuhi energy bagi sel. Pada diabetes tingkat awal, tubuh berhenti
berhenti memproduksi insulin, sedangkan pada diabetes tipe serangan dewasa
(diabetes tipe 2), insulin diproduksi tetapi jumlahnya tidak mencukupi
kebutuhan tubuh atau reaksi insulin terhalang.
4.
Hipertensi
(Tekanan Darah Tinggi)
Orang yang
kelebihan barat badan atau bahkan kegemukan mempunyai resiko yang tinggi
terhadap penyakit tekanan darah tinggi. Penderita kegemuakn dengan tipe apel
mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit tersebut
dibandingkan orang kurus. Untuk mengontrol tekanan darah tinggi, cara yang
paling efektif adalah mengurangi kelebihan minyak tubuh, di samping penggunaan
obat-obatan dan mengurangi asupan garam.
keyword : resiko obesitas pada ibu hamil, risiko obesitas pada wanita, risiko obesitas pada kehamilan, resiko obesitas adalah, risiko obesitas pada pria, risiko obesitas pada, obesitas resiko penyakit
