Sebenarnya,
ada beberapa faktor yang menyebabkan kita kelebihan berat badan atau bahkan
kegemukan kegemukan disenbabkan oleh dua faktor utama yaitu makan melebihi
porsi yang diperlukan oleh tubuh, penggunaan energi yang rendah atau kobinasi
keduanya. Selain itu beberapa faktor lain yang menjadi penyebab kenaikan berat
badan juaga akan ditinjau satu per satu dibawah ini:
Makan
Melebihi Kebutuhan Tubuh
Banyak sebab mengapa seseoarang makan melebihi kebutuhan tubuh
antara lain:
1. Banyak
makan ketika menghadapi stress atau depresi
Stress atau
depresi merupakan faktor psikologis (emosional). Menurut Dr Hilde Bruch, faktor
tersebut berhubungan erat dengan rass lapar dan nafsu makan. Sejumlah hormon
akan disekresi sebagai tanggapan dari keadaan psikologia sehingga menjadi
peningkatan metabolisme energi untuk dipecah dan digunakan untuk aktifitas
fisik. Jika seseorang tidak dapat menggukan bahan bakar yang telah disediakan
maka tubuh tidak punya lternatif lain sehingga menyimpannya sebagai lemak.
Proses tersebut menyebabkan glukosa darah menurun sehingga menyebabkan rasa
lapar pada orang – orang yang mengalamii tekanan psikologis.
Stress (rasa
cemas, takut) akan muncul pada pola yang berbeda untuk setiap orang. Beberspa
orang ketika menghadapi stress akan mengalihkan perhatian pad makanan, terutama
makanan kesukaannya, memang sementara waktu hal tersebut dapat mengatasi
kejenua, menimbulkan persaan puas dan dapat mengatasi suasana stress. Apabila
keadaan ini berlanjut dan tidak terkontrol, apalagi makanan yang sering dimaksn
kaya akan kalori, tinggi lemak, dan tinggi karbohidrat, maka secara otomatis
akan timbul suatu kebiasaan makan yang tidak baik karena dapat menyebabkan
kenaikan berat badan atau bahkan kegemukan (obesitas).
2. Perilaku
yang salah
Kebiasaan –
kebiasaan makan dalam keluarga suka ditiru oleh anak-anak, misalnya makan yang
berlebih, frekuensi makan yang sering, kelbihan snack, dan makan diluar waktu
makan. Anak- anak uyang menderita obesitas karena sering mengkonsumsi makanan
dibandingkan anak yang tidak menderita obesitas.
Cara memilih
makanan yang salah hal ini terjadi disebabkan semakin banyaknya dijual makanan
cepat saji yang mengandung kalori tinggi (padat energi) seperi pizza,
humberger, fried chiken, spageti, es krim, kue tart, dll.
Kadang – kadang
konsumen juga lebih melihat prestise dari suatu makanan tanpa melihat kandungan
zat gizinya, misalnya daging berlemak, jenis keju tinggi lemak, susu krim. Dll.
Menggoreng dan
memasak dengan santan. Minyak dan santan adalah lemak yang mengandung ikatan
jenuh sehingga sukar untuk dipecah menjadi bahan bakar. Selain itu makan yang
digoreng dan diberi santan biasanya terdiri dari bahan- bahan makanan tinggi
kolestrol misalnya emapl goreng, gulai, dan rendang, karena itu biaskanlah
lebih sering memask dengan cara memepes, mengetim, membakar dan memanggang.
3. Kebiasaan
ngemil.
Ngemil berarti
makan diluar waktu makan. Bila tidak dibatasi, kalori yang masuk akan sangat
tinggi kerana biasabya makanan yang dipakai ngemil berupa nyamikam yang
biasanya digoreng atau terdiri dari kue- kue yang manis dan gurih. Untuk
menghindari hal tersebut, hilangkan kebiasaan makan di mana dan kapan saja.
Usahakan makan pada jam- jam tertentu secara teratur. Sehingga akan mengurangi
keinginan untuk makan diluar jam- jam tersebut.
4. Melupakan
makan pagi
Karena berburu- buru dan dianggap
tidak praktis, orang biasanya akan melewatkan makan paginya. Tidak disadari
bahwa hal tersebut mengakibatkannya cepat lapar. Makan pagi sangat dipelukan
untuk mendapatkan energy saat akan bekerja, setelah kurang lebih 12 jam perut
dalam keadaan kosong.
Keyword :faktor resiko obesitas, resiko bila obesitas berlanjut, faktor risiko obesitas pada anak, resiko bayi obesitas, resiko penderita obesitas
Keyword :faktor resiko obesitas, resiko bila obesitas berlanjut, faktor risiko obesitas pada anak, resiko bayi obesitas, resiko penderita obesitas
