Pada
dasarnya, jenis diet ini tidak banyak berbeda dengan diet rendah kalori
seimbang. Hanya saja asupan sratnya ditingkatkan, konsumsi serat yang tinggi
dapt menyebabkan rasa kenyang lebih cepat.
Modifikasi
Perilaku
Modifikasi
perilaku merupakan teknik yang sering digunakan dalam terapi psikologi untuk
mengurangi atau menghilangakn berbagai perilaku yang dapat menyebabkan
munculnya masalah kelebihan berat badan.
Perubahan
perilaku ini dapat dipengaruhi oleh berbagai
macam faktor karena komponen perubahan dan perkembangan perilaku manusia
merupakan suatu yang kompleks. Para pakar psikologis mengelompokkan
faktor-faktor yang biasanya terlibat adalah lingkungan fisik, lingkungan social
dan lingkungan pribadi.
Teknik
modifikasi perilaku biasanya digabung dengan diet dan latihan fisik. Masalah
kegemukan terkait dengan kebiasaan makan yang berlebihan atau kebiasaan malas
beraktivitas fisik yang merupakan bentuk perilaku yang salah. Oleh karena itu,
agar program penurunan berat badan berhasil dan langgeng, diperlukan adanya
perubahan perilaku.
Dengan
teknik ini, pediet ditanamkan motivasi dan disiplin diri yang kuat untuk
merubah kebiasaan yang salah. Jika ingin program penurunan berat badan
berhasil, pediet harua mempunyai tujuan yang jelas dalam melakukan diet, punya
sasaran yang ingin dicapai dan harus mampu mengendalikan diri dalam usaha
tersebut, serta bahwa menurunkan berat badan merupakan usaha yang positif untuk
menciptakan performa yang prima. Memebuat catatan aktivitas sehari-hari
merupakan suata cara untuk menunjang usaha ini. Misalnya:
·
Apa
jenis dan berapa jumlah makanan yang dimakan?
·
Apakah
waktu makan terutur?
·
Apakah
makan karena lapar?
·
Kapan
makan snsck?
·
Dimana
makan?
·
Adakah
teman saat makan?
·
Bagaimana
perasaan saat makan?
·
Apa
kegiatan sehari-hari?
Penggunaan Produk-produk Pelangsing
Upaya
penurunan berat badan yang dilakukan dengan menggunakan produk pelangsing yang
dimakan (oral), baik berupa makanan, minuman, atau jenis lainnya yang beredar
di pasaran. Secara umum dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok yaitu:
makanan dan minuman, pengganjal perut dan obat- obatan.
Kelompok
makanan dan minuman
Produsen
biasanya mengklain produk ini sebagai makanan atau minuman “Rendah Kalori” atau
makanan/minuman “diet”. sebenarnya, di Negara maju seperti Amerika Serikat ada
ketentuan yang tidak boleh dilanggar yaitu bahwa label rrendah kalori hanya
boleh dicantumkan makanan atau minuman yang mengandung tidak lebih dari 40
kalori per porsinya. Makanan yang kandungan kalori per porsinya rendah tetapi
tidak dapat memenuhi ketentuan diatas hanya diperkenankan memasang label
“makanan kalori kurang”. Persyaratan lain dalam pencantuman label adalah produk
sekurang kurangnya harus mengandung sepertiga dari besar kalori aslinya dengan
rasa, aroma, teksture, dan zat gizi yang hampir sama dengan makanan atau
minuman yang disubtitusinya. Di Indonesia peraturan – peraturan tersebut belum
banyak dipatuhi karena belum adanya undang- undang yang mengatur. Hal ini
menyebabkan terjadinya penyimpangan- penyimpangan yang tidak dapat dikenakan
sanksi. Akibatnya banyak produk makanan dan minuman diet yang menyesatkan
konsumen baik dilihat dari segi gizi, kesehatan dan segi harga yang sering
menjadi sangat tinggi. Apalagi keampuhan sebagai penrunan berat badan yang
jarang terbukti.
Minuman
diet tinggi protein atau rendah kalori ternyata hanya mengandung susu non
fat ysng mengandung zat pewarna,
flavor, dengan tambahan vitamin dan mineral alakadarnya serta kemasan produk
yang menarik. Harganya pun dapat mencapai beberapa kali lipat pula dibanding
susu non fat biasa.
Keyword : modifikasi perilaku,makanan,pelangsing,kalori,minuman,usaha,
Keyword : modifikasi perilaku,makanan,pelangsing,kalori,minuman,usaha,
