-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mekanisme Anti-Kanker Dari Daun Sirsak

Tuesday, June 18, 2019 | June 18, 2019 WIB Last Updated 2019-09-08T02:27:06Z

  


Daya tembus senyawa aktif di dalam daun sirsak terhadap sel kanker berlangsung dengan sangat kuat. Hasilnya, daun sirsak mampu melokalisir sel kanker. Total ada 19 jenis penyakit kanker, termasuk kanker payudara, kanker usus, dan paru-paru, yang bisa diatasi dengan daun sirsak. Itulah sebabnya banyak dokter dan herbalis yang menganjurkan daun sirsak, terutama kepada pasien kanker usus besar, kanker paru-paru, kankier prostat, dan kanker payudara. Bahkan mereka menganjurkan pemanfaatan daun sirsak kepada pasien penyakit saraf.
Daun sirsak juga memiliki kelebihan ketimbang herbal untuk kanker lainnya. Misalnya jika dibanding kunir putih Curcuma zedoaria yang juga berkhasiat anti-kanker. Tanaman anggota famili Zingiberaceae ini mengandung protein yang hanya efektif untuk menghambat mitosis sel kanker dari kelenjar. Beberapa contoh kanker kelenjar adalah kanker prostat dan adenokarsinoma alias pankreas. Sedangkan daun sirsak memiliki cakupan khasiat yang lebih luas daripada kunir putih.
Selain mujarab mengatasi sel kanker dari kelenjar, daun sirsak juga ampuh mengendalikan kanker yang berasal dari sel jaringan ikat. Contohnya antara lain fibroadenokarsinoma pada kanker payudara dan kanker rahim.
Semua bagian tubuh manusia berpotensi terserang kanker, kecuali rambut dan kuku. Tapi senyawa acetogenins dari sirsak mampu mengatasi sel-sel kanker. Ia mampu mengendalikan mitokondria yang overacting. Mitokondria merupakan organ sel penghasil energi berupa adenosine trifostat (ATP) yang dibutuhkan sel kanker untuk
embang. Jika mitokondria normal, maka pertumbuhan
sel kanker dapat terkendali.
Khasiat anti-kanker pada daun tanaman anggota famili Annonaceae itu merupakan hasil studi oleh periset di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, AS, Jerry L. McLaughlin dan peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof. Soelaksono Sastrodihardjo PhD. Riset yang menggunakan bahan baku daun sirsak asal Garut, Jawa Barat, itu menunjukkan kandungan senyawa aktif acetogenins pada daun sirsak ampuh menumpas tujuh sel kanker, yaitu kanker serviks, payudara, usus besar, pankreas, prostat, paru-paru, dan ginjal.
Riset itu didukung oleh bukti empiris pengalaman banyak pasien kanker. Angka penanda kanker seorang pasien kanker usus di Bandung, Jawa Barat, turun setelah menelan kapsul berisi ekstrak daun sirsak. Sel kanker yang semula terdeteksi menyebar ke lengan seorang penderita kanker payudara juga hilang pasca-konsumsi air rebusan daun sirsak dan kaspul berisi ekstrak daun sirsak.
Di jurnal-jurnal yang terbit di AS sepanjang 19961998, McLaughlin menyatakan bahwa senyawa acetogenins itu terdiri dari muricatosin A, muricatosin B, annomuricin E, muricapentocin, annopentocin A, annopentocin B, dan annopentocin C. Prinsip dasar acetogenins adalah menghambat ATP yang dibutuhkan oleh sel kanker. Sayangnya, riset berharga itu tidak serta-merta membuat daun sirsak ramai dipakai sebagai anti-kanker. Sebuah perusahaan farmasi di AS berusaha menutupi informasi itu selama puluhan tahun. Bila terungkap, maka obat kemoterapi bakal tak laku karena kekuatan acetogenins membunuh sel kanker 10.000 kali lebih kuat ketimbang obat kemoterapi.
Yang istimewa, acetogenins berbeda dengan obat kemoterapi yang membunuh semua sel. Acetogenins. menyerang sel kanker secara selektif. Sel abnormal diserang, tetapi sel normal dibiarkan. Dengan begitu efek samping kemoterapi, seperti kebotakan dan daya tahan tubuh yang menurun, dapat dihindari.
Acetogenins mengganggu perkembangan sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP yang dibutuhkan sel kanker. Caranya, acetogenins masuk dan menempel pada dinding sel, lalu masuk ke dalam sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Sel kanker butuh banyak energi untuk berkembang sehingga akan mati bila ATP sebagai sumber energi dihambat. Sel sehat tak diserang karena tidak butuh banyak energi. Nah, dengan kedahsyatan senyawa acetogenins itu maka saat ini kian banyak dokter yang meresepkan atau sekadar menganjurkan daun sirsak kepada para pasien kanker.
Senyawa acetogenins pada daun sirsak merupakan pilihan terbaru untuk mengatasi kanker. Senyawa ini bekerja seperti obat kemoterapi kanker adriamycin dalam menghambat pembelahan sel kanker. Adriamycin sendiri populer lantaran efektif mengobati leukemia dan aneka kanker seperti paru-paru, payudara, dan tiroid.

×
Berita Terbaru Update