Daya tembus senyawa aktif di dalam daun sirsak
terhadap sel kanker berlangsung dengan sangat kuat. Hasilnya, daun sirsak mampu
melokalisir sel kanker. Total ada 19 jenis penyakit kanker, termasuk kanker
payudara, kanker usus, dan paru-paru, yang bisa diatasi dengan daun sirsak.
Itulah sebabnya banyak dokter dan herbalis yang menganjurkan daun sirsak,
terutama kepada pasien kanker usus besar, kanker paru-paru, kankier prostat,
dan kanker payudara. Bahkan mereka menganjurkan pemanfaatan daun sirsak kepada
pasien penyakit saraf.
Daun sirsak juga memiliki kelebihan ketimbang herbal
untuk kanker lainnya. Misalnya jika dibanding kunir putih Curcuma zedoaria yang
juga berkhasiat anti-kanker. Tanaman anggota famili Zingiberaceae ini
mengandung protein yang hanya efektif untuk menghambat mitosis sel kanker dari
kelenjar. Beberapa contoh kanker kelenjar adalah kanker prostat dan
adenokarsinoma alias pankreas. Sedangkan daun sirsak memiliki cakupan khasiat
yang lebih luas daripada kunir putih.
Selain mujarab mengatasi sel kanker dari kelenjar,
daun sirsak juga ampuh mengendalikan kanker yang berasal dari sel jaringan
ikat. Contohnya antara lain fibroadenokarsinoma pada kanker payudara dan kanker
rahim.
Semua bagian tubuh manusia berpotensi terserang
kanker, kecuali rambut dan kuku. Tapi senyawa acetogenins dari sirsak mampu
mengatasi sel-sel kanker. Ia mampu mengendalikan mitokondria yang overacting.
Mitokondria merupakan organ sel penghasil energi berupa adenosine trifostat (ATP)
yang dibutuhkan sel kanker untuk
embang. Jika mitokondria normal, maka pertumbuhan
sel kanker dapat terkendali.
Khasiat anti-kanker pada daun tanaman anggota famili
Annonaceae itu merupakan hasil studi oleh periset di Sekolah Farmasi Purdue
University, Indiana, AS, Jerry L. McLaughlin dan peneliti di Sekolah Ilmu dan
Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof. Soelaksono Sastrodihardjo
PhD. Riset yang menggunakan bahan baku daun sirsak asal Garut, Jawa Barat, itu
menunjukkan kandungan senyawa aktif acetogenins pada daun sirsak ampuh menumpas
tujuh sel kanker, yaitu kanker serviks, payudara, usus besar, pankreas,
prostat, paru-paru, dan ginjal.
Riset itu didukung oleh bukti empiris pengalaman
banyak pasien kanker. Angka penanda kanker seorang pasien kanker usus di
Bandung, Jawa Barat, turun setelah menelan kapsul berisi ekstrak daun sirsak.
Sel kanker yang semula terdeteksi menyebar ke lengan seorang penderita kanker
payudara juga hilang pasca-konsumsi air rebusan daun sirsak dan kaspul berisi
ekstrak daun sirsak.
Di jurnal-jurnal yang terbit di AS sepanjang
19961998, McLaughlin menyatakan bahwa senyawa acetogenins itu terdiri dari
muricatosin A, muricatosin B, annomuricin E, muricapentocin, annopentocin A,
annopentocin B, dan annopentocin C. Prinsip dasar acetogenins adalah menghambat
ATP yang dibutuhkan oleh sel kanker. Sayangnya, riset berharga itu tidak
serta-merta membuat daun sirsak ramai dipakai sebagai anti-kanker. Sebuah
perusahaan farmasi di AS berusaha menutupi informasi itu selama puluhan tahun.
Bila terungkap, maka obat kemoterapi bakal tak laku karena kekuatan acetogenins
membunuh sel kanker 10.000 kali lebih kuat ketimbang obat kemoterapi.
Yang istimewa, acetogenins berbeda dengan obat
kemoterapi yang membunuh semua sel. Acetogenins. menyerang sel kanker
secara selektif. Sel abnormal diserang, tetapi sel normal dibiarkan. Dengan
begitu efek samping kemoterapi, seperti kebotakan dan daya tahan tubuh yang
menurun, dapat dihindari.
Acetogenins mengganggu perkembangan sel kanker
dengan cara mengurangi jumlah ATP yang dibutuhkan sel kanker. Caranya,
acetogenins masuk dan menempel pada dinding sel, lalu masuk ke dalam sel dan
merusak ATP di dinding mitokondria. Sel kanker butuh banyak energi untuk
berkembang sehingga akan mati bila ATP sebagai sumber energi dihambat. Sel
sehat tak diserang karena tidak butuh banyak energi. Nah, dengan kedahsyatan
senyawa acetogenins itu maka saat ini kian banyak dokter yang meresepkan atau
sekadar menganjurkan daun sirsak kepada para pasien kanker.
Senyawa acetogenins pada daun sirsak merupakan
pilihan terbaru untuk mengatasi kanker. Senyawa ini bekerja seperti obat
kemoterapi kanker adriamycin dalam menghambat pembelahan sel kanker. Adriamycin
sendiri populer lantaran efektif mengobati leukemia dan aneka kanker seperti
paru-paru, payudara, dan tiroid.
